“Menjadi Manusia yang Bertaqwa yang Sebenar – benarnya Bertaqwa”, Menjadi Penutup Kajian Ramadhan 1443 H DPMPTSP Provinsi Jawa Timur
22021
post-template-default,single,single-post,postid-22021,single-format-standard,bridge-core-1.0.6,ajax_fade,page_not_loaded,boxed,,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive
 

“Menjadi Manusia yang Bertaqwa yang Sebenar – benarnya Bertaqwa”, Menjadi Penutup Kajian Ramadhan 1443 H DPMPTSP Provinsi Jawa Timur

dpmptsp.jatimprov.go.id  –  Tak terasa sudah memasuki minggu ke empat bulan Ramadhan dan seperti biasanya DPMPTSP Provinsi Jawa Timur mengadakan kajian Ramadhan di hari Kamis (28/04). Kajian Ramadhan kali ini akan menjadi seri penutup di bulan Ramadhan 1443 H, sedikit berbeda dari yang lalu ada penambahan kegiatan penutupan Khotmil Qur’an sebelum dimulai Sholat Dhuhur dan Kajian. Kegiatan ini diikuti para Jamaah  secara khusyuk dan tawadhu’.

Sebelum kajian dimulai, Sekretaris Dinas DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Kus Adiyanto memberikan sambutan. Beliau berharap kegiatan kajian ini dapat menjadi pencerahan hati bagi ASN DPMPTSP Provinsi Jawa Timur. Selain itu Kus yang juga mewakili Kepala Dinas menyampaikan ucapan selamat menyambut hari raya Idul Fitri 1443 H kepada segenap keluarga besar DPMPTSP Provinsi Jawa Timur.

Kajian yang dibawakan oleh KH Ahmad Muzakky yang juga Imam Besar Masjid Al-Akbar Surabaya menyampaikan tema “Menjadi Manusia yang Bertaqwa yang Sebenar – benarnya Bertaqwa”. Kyai Muzakky mengatakan bahwa ramadhan menyediakan dua dimensi ibadah bagi para pelaku puasa, yakni dimensi fisik dan dimensi ruh. Selain ibadah fisik yaitu menahan makan minum dan hawa nafsu juga harus beribadah secara ruh dengan menempatkan Allah SWT ke dalam hati karena ketaqwaan bersumber dari hati sebagaimana Hadist yang diriwayatkan Muslim “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik dan harta kalian tetapi Ia melihat hati dan amal kalian”.

Setelah Kajian, Kyai Muzakky membuka diskusi dengan para jamaah yang disambut dengan antusias, terdapat tiga pertanyaan yang salah satunya pertanyaan bagaimana amalan untuk meningkatkan taqwa. Beliau menjawab salah satunya dengan doa

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، وَالتُّقَى ، وَالعَفَافَ ، وَالغِنَى

Yang artinya “Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina.”

Setelah sesi kajian selesai, para jamaah melantunkan tahlil dan tahmid dan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kyai Muzakky.