Matchmaking Dunia Usaha antara Provinsi Jawa Timur dengan D.I.Y Hasilkan 13 LOI (Letter Of Intent)
21365
post-template-default,single,single-post,postid-21365,single-format-standard,bridge-core-1.0.6,ajax_fade,page_not_loaded,boxed,,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive
 

Matchmaking Dunia Usaha antara Provinsi Jawa Timur dengan D.I.Y Hasilkan 13 LOI (Letter Of Intent)

dpmptsp.jatimprov.go.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkolaborasi dengan Provinsi lain dalam upaya meningkatkan iklim investasi, serta pemberdayaan dunia usaha. Seperti yang telah dilaksanakan kemarin, Kamis (23/9), di Rich Hotel Yogyakarta, Matchmaking Antar Dunia Usaha Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil melahirkan 13 LOI (Letter Of Intent) atau kepeminatan awal antara Pengusaha Besar dengan UMKM.

Beberapa perusahaan besar yang dihadirkan Jawa Timur antara lain ; PT Ultra  Prima Abadi /OT (Orang Tua) Grup di sektor makanan minuman, PT MITRA TANI 27 pengolahan edamame, PT ASIA PRIMA CONJAC industri olahan porang, serta CV Daun Agel kerajinan tangan dari eceng gondok.

Salah satu yang berhasil membuat LOI adalah PT Ultra  Prima Abadi /OT (Orang Tua) Grup dari Surabaya, dengan CV. Centerindo Kurnia Tritama dari Bantul, DIY. Serta PT MITRA TANI 27 dari Jember dengan Ibu Rusmiyati (UMKM) asal Sleman, DIY yang bergerak diusaha abon ayam, ikan dan papaya crispy.

Sementara itu, Yuswanto, Kepala Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal, mewakili kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan bahwa, “ini adalah salah satu upaya kami untuk menciptakan terobosan demi menarik investor di Jawa Timur”.

“Kerjasama antar dunia usaha merupakan salah satu langkah strategis di dalam meningkatkan iklim usaha nasional, dikarenakan masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan yang harus dikolaborasikan dalam menghadapi persaingan global saat ini”.

“Saya yakin dan percaya apabila  para pelaku usaha dapat bekerjasama ,dengan regulasi yang ada maka akan dapat menutupi kekurangannya guna mencapai keunggulan – keunggulan masing – masing daerah yang kita miliki sebagai daya saing usaha”. Dan satu lagi, kami ingin dengan matchmaking ini, nantinya UMKM kita bisa naik kelas menjadi pengusaha besar”,  pungkas Yuswanto.

Selain itu DPMPTSP Provinsi Jawa Timur juga menghadirkan Kristiani Ruliani, Kepala DPMPTSP Kabupaten Probolinggo sebagai perwakilan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki berjuta potensi dan peluang investasi. Dalam paparannya, Kristiani menyajikan beberapa peluang dan potensi di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, industri, yang siap ditawarkan kepada investor, hingga UMKM yang siap dikerjasamakan.

Sebelumnya, Sunu Siswanta, Sekretaris DPMPTSP Daerah Istimewa Yogyakarta, menyambut baik kegiatan ini, serta menyampaikan rasa terimakasih dan kebanggaan bisa berkolaborasi dan bekerjasama dengan Provinsi Jawa Timur dalam upaya meningkatkan iklim investasi di masing-masing daerah.(ds)