DENMARK JAJAKI KERJASAMA BILATERAL DENGAN JAWA TIMUR, INVESTASI DI SEKTOR EKONOMI, PENDIDIKAN, INDUSTRI AGRO, HINGGA MARITIM MENJADI FOKUS UTAMA
21390
post-template-default,single,single-post,postid-21390,single-format-standard,bridge-core-1.0.6,ajax_fade,page_not_loaded,boxed,,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,disabled_footer_bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive
 

DENMARK JAJAKI KERJASAMA BILATERAL DENGAN JAWA TIMUR, INVESTASI DI SEKTOR EKONOMI, PENDIDIKAN, INDUSTRI AGRO, HINGGA MARITIM MENJADI FOKUS UTAMA

dpmptsp.jatimprov.go.id – Jawa Timur memang memiliki berjuta pesona dan daya tarik peluang investasi bagi banyak Negara, salah satunya, Denmark. Seperti yang terlihat kemarin siang, (6/10), dalam kegiatan Audiensi Embassy of Denmark – Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kedutaan besar Denmark dalam rangka kerjasama bilateral di bidang investasi.

Rombongan kedutaan besar Denmark untuk Indonesia itu diterima Kepala DPM PTSP Aris Mukiyono di kantor gubenur Jalan Pahlawan Surabaya. hadir langsung Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen, Wakil Duta Besar Denmark untuk Indonesia Soren Bindesboll, serta beberapa pejabat lainnya.

Dalam sambutan awal, Aris Mukiyono menyampaikan salam Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pada kesempatan tersebut, Aris Mukiyono menjelaskan, bahwa Jawa Timur memiliki berjuta potensi dan peluang investasi, di sektor pariwisata, industri, pertanian, dan beragam lainnya. “Kami sangat terbuka dan menyambut positif negara yang ingin bekerjasama dengan Jawa Timur,” katanya.

Aris Mukiyono menyatakan kesiapan untuk menjembatani kerjasama antara pemerintah provinsi dengan Denmark. Bahkan Aris yakin, Kerjasama tersebut akan memberi hasil positif pada pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

Beberapa potensi yang disampaikan kemarin cukup menarik perhatian rombongan duta besar Denmark untuk Indonesia. Salah satu potensi yang menjadi sasaran dan fokus utama pembahasan adalah ekonomi, pendidikan, industri agro, dan maritim.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia H.E. Lars Bo Larsen mengapresiasi pertemuan tersebut. Menurut dia, Indonesia dan Denmark memiliki kesamaan pada sektor maritim. Karena itu, Larsen ingin fokus pada sektor tersebut. “Kami memiliki bayangan untuk membangun industri perkapalan,” ucapnya.

Bahkan, Larsen berharap industri tersebut menjadi yang terbesar di Asia. Denmark akan mengirim tenaga ahli untuk mendukung rencana tersebut. Harapannya, industri yang dibangun memiliki basis teknologi yang kuat. “Itu akan menarik perhatian pasar di sekitar Asia dan Asia Tenggara,” ucapnya.

Pada pertemuan itu, Larsen juga mengungkapkan keinginan Denmark untuk mendirikan konsulat jendral Denmark di Surabaya. Langkah tersebut untuk mendukung proyeksi kerjasama antara Denmark dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.(ds)